Home Headline Astaga, Aliran Sungai Di Sumbersari Dialihkan Untuk Kepentingan Individu

Astaga, Aliran Sungai Di Sumbersari Dialihkan Untuk Kepentingan Individu

17
0
Alat Berat Yang Digunakan Untuk Pengalihan Sungai
Alat Berat Yang Digunakan Untuk Pengalihan Sungai

PATI- Patut dipertanyakan bagi Pemerintah Desa Sumbersari Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah dalam program pengelolaan aliran sungai yang berada di wilayahnya. Sebab, tidak sepantasnya sungai yang digunakan untuk mengairi sawah di beberapa desa harus dibongkar atau dialihkan dengan alasan untuk mencegah banjir. Pemdes, seolah-olah tidak paham dengan aturan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah (Pemda) maupun Pemerintah Pusat (Pempus). Pasalnya, Kalaupun untuk mencegah banjir seharusnya dilakukan perbaikan aliran sungai, bukan dialihkan seakan-akan untuk kebutuhannya sendiri.
Dari amatan media, Pengalihan aliran sungai itu dilakukan menggunakan alat berat. Pengerukannya pun baru dilakukan sekitar 2 hari, dengan jarak lebih jauh dari medan jalan, atau sekitar 50 meter dari aliran sungai yang nantinya akan ditimbun apabila aliran sungai yang dibuat baru selesai.”Seharusnya sungai tidak harus dialihkan, kalaupun untuk mencegah banjir, itu alasan yang tidak masuk akal, Pemdes harus paham dengan aturan, untuk pengalihan sungai ini, kira-kira melanggar aturan apa tidak,”Tanya salah satu warga Sumbersari yang enggan disebutkan Senin (19/4/2021).

Aliran Sungai Yang Dialihkan
Aliran Sungai Yang Dialihkan

Sesuai informasi, Pengalihan aliran sungai ini dilakukan untuk kepentingan individu. Hal ini dilakukan dengan target agar bisa mendapatkan lokasi lahan yang lebih dekat dengan jalan utama, yang dianggap itu lebih strategis, dan nantinya apabila dijual nilainya bisa lebih tinggi dari harga sebelumnya yang berada di seberang sungai,”Informasi menyebutkan bahwa lokasi itu apabila sudah diperluas dan bekas sungai ditimbun akan dibuat kapling, dan nilainya pun akan lebih tinggi, karena berada dilokasi pinggir jalan, berbeda dengan sebelumnya yang berada di seberang sungai, jadi ini hanya akal-akalan Pemdes saja, demi kepentingan individu harus menabrak aturan dengan dalih pencegahan banjir, hingga aliran sungai harus dialihkan,”Ujarnya.
Ditemui terpisah, Kepala Desa Sumbersari Useri ketika dikonfirmasi mengaku bahwa pengalihan aliran sungai itu dilakukan atas permintaan warga untuk pencegahan banjir. Pihaknya, juga sudah berkoordinasi dengan bagian pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati,”Kami sudah membuat surat permohonan, dan pihak pengairan di DPUTR juga sudah mengecek ke lokasi, jadi tidak ada masalah,”Katanya.

Kepala Desa Sumbersari Useri
Kepala Desa Sumbersari Useri

Selain di DPUTR, Pihak Desa juga sudah membuat permohonan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, hanya saja belum mendapat balasan, namun untuk mengantisipasi agar tidak segera turun hujun dan terjadi banjir bandang maka dilakukan pengerukan lebih dulu,”Kalaupun dari BBWS turun, pasti akan dianalisa, dan pasti tidak ada masalah, karena mereka sangat paham dengan fungsinya,”Ujar Useri
Sesuai ukuran untuk pengalihan aliran sungai tidak berbeda dengan sungai lama, yakni lebar 8 meter dan panjang 70 meter. Pengalihan aliran sungai ini atas dasar permintaan warga yang membutuhkan dan mau membiayai soal pengalihan aliran sungai yang dibuat,”Pemdes hanya mengetahui, karena ini permintaan warga, yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum, dan pencegahan banjir, apalagi dengan pemilik lahan juga sudah tidak ada masalah, jadi Pemdes merespon dengan pengalihan ini,”Tambahnya. (ws)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here